Kamis, 10 November 2011

Cukuplah Engkau Jadi Sandaranku

Hari ini hari terakhir liburanku.. Rasanya berat meninggalkan keluarga, ibu, bapak, dan adik-adik tercintaku, meski jaraknya tidak begitu jauh.. Dan malam ini, kusampaikan pamitku pada Dzat yang tiada sekutu bagi-Nya, Wahai yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya, Esok dengan membawa amanah orangtuaku, akan aku mulai episode baru perjuangan untuk masa depan kehidupanku.. Diatas sajadah ini, kuserahkan segalanya kepada-Mu.. Jauhkan aku dari putus asa, Jauhkan aku dari kemalasan yang berkepanjangan, Jauhkan aku dari ketidak mampuan untuk bersyukur, Jauhkan aku dari menggantungkan diriku terhadap oranglain dan bukan Engkau, Cukuplah Engkau sebagai penolongku, dan Engkau lah sebaik-baik pelindung.. Sungguh, kadang aku merasa episode kehidupan ini begitu berat..Keprofesionalan yang kadang dituntut terlalu memaksa dan berbeda dengan alurku.. Oh Tuhan, aku sebut ini keprofesionalan?? Padahal hanyalah sebatas pembelaan atas kesalahan yang dilakukan diri sendiri. Lagi-lagi berlindung dalam kalimat; "yang penting niatnya", astaghfirullah.. Berkah..berkah..dan berkah.Hasil ikhtiar yang penuh berkah, hanya itu yang aku mau. Sekali lagi, cukuplah Engkau sebagai penolongku, dan Engkau lah sebaik-baik pelindung. Aku masuk dengan niat mencari ridlo-Mu, dan aku keluar dengan harap ridlo sekaligus keberkahan apa-apa yang aku dapatkan disini, di tempat ini. Tempat yang aku gunakan untuk menuntut ilmu. Saat aku meminta 'sangu' pada guru SMAku yang luar biasa itu, beliau menjawab; "Dekatkan diri pada Alloh, karena hanya Alloh lah yang bisa membimbing kita dalam segala hal. Jangan bersandar pada selain Alloh karena pasti akan kecewa." ada lagi, yang getarannya lebih dalam, nggrentes.. "bagi mahasiswa lima menit masih sempat untuk persiapan ujian adalah lebih berharga dari segalanya. Tapi tidak mendapatkan 83 tahun atau lailatul qodr bagaimana sikap kita masih adakah rasa greget walau sedikit? Tidak bertaqwa malah menikmati dalam ketidaksadaran. Terjebak dalam kesenangan nafsu tapi ngaku sudah menjinakan nafsu. Pengakuan yang hambar dan tak berasa sedikitpun." subhanallah.. Lindungi aku selalu ya Rabb, tunjukilah aku jalan-jalan yang Engkau ridloi, berkahi setiap langkah hidupku, mudahkan segala urusanku ya Rabb..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar