Sabtu, 06 Agustus 2011

Mungkinkah Ini Ramadhan Terakhirku?





Mungkinkah Ini Ramadhan Terakhirku?

Telah datang bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, bulan yang syaithan-syaithan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka, serta dialah bulan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qodar, yang apabila seorang hamba beribadah di malam itu lebih baik dari seribu bulan. Segala puji bagi Alloh yang telah mengizinkanku bersua dengan bulan ini.

Mungkinkah ini ramadhan terakhirku?

Nabi yang mulia telah bersabda :
“Berapa banyak orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan rasa haus dan lapar belaka.” (Shohih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ad-Darimi dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Maqburi dari Abu Hurairoh).
Sungguh benar sabda nabi di atas karena beginilah mayoritas kaum muslimin saat ini, termasuk aku. Yang perutnya berpuasa dari makan dan minum, namun matanya, telinganya, lisannya dan hatinya tidak turut berpuasa. Kita masih gemar berkata kotor, berdusta, mencaci maki, memandang yang haram, mendengarkan yang haram dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya.
Astaghfirullah… Astaghfirullah… Astaghfirullah…

Betapa banyak amalan-amalan yang seharusnya aku perbanyak di bulan ini, inilah bulan dimana Allah memberikan pahala yang berlimpah, inilah bulan diskon.
Ketika datang kabar gembira, sebagaimana dalam sabda nabi :
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala maka niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaihi). Subhanallah…
Tapi bagaimana waktu yang aku gunakan dibulan mulia ini?
Apakah aku termasuk dalam kategori orang-orang yang menyia-nyiakan waktu?
Padahal sama sekali aku tak tahu, apakah ini ramadhan terkhirku atau bukan, atau bahkan apakah lebaran nanti bisa kulihat dan kunikmati dengan keluarga kecilku?

Oooh, wahai Dzat yang Maha Pemurah . . .
tuntunlah ubun-ubunku untuk meningkatkan iman dan ketakwaanku kapada-Mu,
tuntunlah ubun-ubunku untuk melangkah pada kebaikan di jalan-Mu,
dinginkan ubun-ubunku dari amarah yang sia-sia,
gerakkan hati dan tanganku untuk memberi mereka yang tak lebih beruntung dariku,
tabahkan mataku yang terkantuk saat bermunajat di sepertiga malam, saat lidah ini mencoba bertilawah,
buatlah pandanganku kabur ketika melihat sesuatu yang Engkau haramkan,
ijinkan aku untuk terus memperpanjang sujudku karena betapa beratnya pundakku atas dosa-dosa yang aku perbuat sehingga aku menjadi makhluk yang durhaka terhadap-Mu…

ya Allah ya muhaimin, aku datang bersimbah lumpur kenistaan, meminta-Mu untuk membersihkannya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar