Baru pagi tadi saya melihat berita tentang jilbab lagi setelah kemarin ramai diperbincangkan di twitter. Iya, masyarakat Indonesia tentunya sudah mengetahui kabar tertundanya aturan pemakaian jilbab bagi polisi wanita. Pagi tadi di salah satu program televisi swasta mengabarkan betapa Inggris, dengan penduduk Islam yang minoritas saja memiliki aparat kepolisian wanita yang mengenakan jilbab. Betapa Indonesia harus belajar toleransi pada Inggris. Betapa tidak? Ini negara dengan penduduk mayoritas Islam dengan pemimpin Islam saja masih amat alot. Di Aceh saya dengar diberita tadi pagi (Redaksi Pagi - Trans 7) itu, polisi wanita yang mengenakan jilbab diminta kembali untuk melepas jilbabnya, karena memang dari dulu belum ada sejarahnya polisi wanita berjilbab. Aduh. Kok jadi balik lagi.. kemaren katanya mengijinkan. Entahlah.
Salah satu aparat kepolisian berkomentar, "Iya, yang di Jakarta mampu beli jilbab yang seragam. Lalu bagaimana dengan yang disana (desa) atau selain Jakarta".
Kami saudara. Kami siap membantu. Semuanya saudara seiman. Sekali lagi, kami siap membantu.
Sore ini saya melihat postingan di fanspage Tere Liye yang akrab di sapa bang Tere,
Saya kira, diskusi tentang jilbab bagi polisi wanita di Indonesia ini terlalu berlarut-larut.
Kalau saja orang-orang tahu di Inggris sana, polisi wanita muslim juga boleh mengenakan jilbab, maka sebenarnya soal aturan main, dasar hukum dan sebagainya itu mudah sekali dikeluarkan, tidak
butuh berhari-hari. Pun di Amerika sana, anggota militer perempuan berjilbab pun oke oke saja.
Semoga berlarut-larutnya ini bukan karena ada yang merasa lebih berkuasa dibanding aturan agama.
Tidak ada yang boleh melarang orang lain mengenakan pakaian yang disyariatkan agamanya. Apalagi jika itu sebuah pekerjaan
pelayanan publik, yang digaji oleh rakyat banyak--lebih tidak boleh lagi.
Ibu2, kakak2 yang sekarang jadi polisi wanita, yang ingin sekali mengenakan pakaian sesuai syariat agama, tapi terus tertunda2, dibatasi, dihalangi, dan mungkin besok lusa kalaupun boleh, terpaksa mengalami diskriminasi baik langsung ataupun tidak. Maka, semoga kalian selalu diberikan kekuatan. Bersabarlah.
Di negeri barat sana, yang muslim minoritas, adalah hak semua orang mengenakan pakaian sesuai syariat agamanya (silahkan cek polisi wanita di Inggris); di negeri ini, kita bahkan harus menghadapi ego dan keras kepala orang2 yang sebenarnya muslim juga. Ini sudah 2013, saat orang2 sudah bebas merdeka dengan HAM- nya, kita malah dipertontonkan hal menyedihkan ini. Semoga Ibu2, kakak2, selalu dilindungi Allah.
InsyaAllah niat baik para polwan untuk menyegerakan perintah Allah untuk berjilbab dan kebijakan pimpinan, semuanya akan berbalik kembali, pahala bakal mengalir ke kapolri. Kita doakan semoga secepatnya diputuskan dengan sebijak-bijaknya. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar