Selasa, 16 Oktober 2012

Condyloma Acuminata


Condyloma acuminata (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah penyakit Jengger Ayam, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu. Jika pembaca pernah melihat kutil (bahasa jawa: caplak, veruka), seperti itulah bentuk condyloma acuminata. Hanya saja kutil tersebut letaknya di kelamin dan sekitarnya. Bahkan dapat menyebar ke anus (condyloma anogenital). Identifikasi HPV untuk pertama kali pada tahun 1907. Kini, lebih 120 jenis subtype HPV telah dapat diidentifikasi. Tapi tidak semua type dapat menyebabkan condyloma acuminata. Sekitar 90 % condyloma acuminata diyakini berhubungan dengan type 6 dan type 11. Belasan tye lainnya dijumpai pula pada penderita condyloma acuminata. Para ahli menengarai HPV type tertentu memiliki kecenderungan onkogenk (potensial menjadi kanker), terutama type 16 dan type 18.
Penyebaran Penyakit
Penyebaran condyloma acuminata bersifat kosmopolitan, artinya merambah ke seluruh belahan dunia tanpa memandang ras.
Berdasarkan jenis kelamin, frekuensi kejadian antara pria dan wanita sama besarnya. Sedangkan berdasarkan kelompok umur disebutkan bahwa condyloma acuminata lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda dan pada usia tigapuluhan. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan aktifitas seksual. ( Gambar 2: silahkan klik untuk melihat condyloma acuminata di vagina )
Penularan dan Perjalanan Penyakit
HPV ditularkan melalui kontak langsung, dari mulut ke organ kelamin, dari jari ke organ kelamin dan sebaliknya, serta melalui hubungan seksual, sehingga condyloma acuminata dikelompokkan sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS, STD).
Bagaimana mengenalinya ?
Masa inkubasi condyloma acuminata berkisar antara 3 minggu sampai 8 bulan dengan rata-rata 3 bulan.
Condyloma acuminata relatif mudah dikenali karena bentuknya yang khas, mirip jengger ayam, yakni kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk (berjonjot-jonjot) di organ kelamin dan sekitarnya. Kutil-kutil kecil dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar mirip dengan bunga kol.
Pada umumnya condyloma acuminata berwarna kemerahan, coklat kemerahan, keabu-abuan hingga ada yang berwarna kehitaman.
Jika mengalami infeksi sekunder (oleh garukan, gesekan atau sebab lain), condyloma acuminata berubah warna menjadi kehitaman, mudah berdarah dan berbau tak sedap.
Pada pria, tempat yang paling disukai (predileksi) Condyloma acuminata diantaranya: gland penis (topi baja si cucakrowo), lekukan antara kepala dan batang penis (sulkus koronarius), jaringan tipis di bawah ujung saluran kencing (frenulum), batang penis dan adakalanya di sekitar anus.
Sedangkan pada wanita, tempat yang paling digemari si Condyloma acuminata diantaranya: labium (bibir vagina), vagina dan dapat juga mengenai serviks.
Seorang dokter dapat mendiagnosa condyloma acuminata berdasarkan gejala klinis, yakni dengan melihat bentuk dan predileksi kutil (jonjot-jonjot) pada area kelamin.
Jika meragukan, maka akan dilakukan test sederhana menggunakan asam asetat 5% yang dioleskan di permukaan kutil selama 3-5 menit. Pada condyloma acuminata maka kutil akan berubah warna menjadi putih.
PENGOBATAN
Hingga kini belum ada obat yang benar-benar memuaskan untuk menghilangkan HPV. Pengobatan yang lazim dilakukan adalah untuk menghilangkan condyloma acuminata, meliputi:
  • Kemoterapi, yakni pengobatan menggunakan Tinctura Podofilin 25 %, Podofilotoksin 0,5 %, Asam Trikloroasetat 25 % – 50 % dan Krim 5-flurourasil 1-5 %. Pada wanita hamil digunakan obat Asam Trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga condyloma acuminata bersih.
  • Tindakan Pembedahan, meliputi: Bedah scalpel (menggunakan pisau bedah), Bedah Listrik (elektrokauterisasi) dan Bedah Beku menggunakan Nitrogen cair. Bedah beku merupakan salah satu pilihan untuk pengobatan condyloma acuminata pada wanita hamil selain menggunakan Asam Trikloroasetat.
  • Laser karbondioksida. Metode ini lebih sedikit meninggalkan jaringan parut ketimbang Bedah Listrik.
  • Interferon. Dikenal 2 bentuk interferon, yakni interferon alfa (berbentuk suntikan dan krim) yang diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu dan interferon beta (suntikan) yang diberikan selama 10 hari.
  • Imunoterapi. Metode pengobatan imunoterapi digunakan pada penderita dengan condyloma acuminata yang luas dan resisten (kebal) terhadap pengobatan lain.
Meski mudah kambuh (residif), condyloma acuminata memiliki prognosis yang baik. Artinya tidak berbahaya.
VAKSINASI
Saat ini telah digunakan vaksin Papilloma virus (Gardasil) yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks. Adapun untuk pencegahan terhadap condyloma acuminata oleh HPV type 6 dan type 11, vaksin Gardasil diberikan pada anak laki-laki, pria dewasa dan wanita usia 9-26 tahun.
PENCEGAHAN HPV
Secara garis besar, upaya pencegahan terhadap penularan HPV dapat dilakukan dengan:
  • Menjaga hygiene organ genital.
  • Menghindari gonta-ganti pasangan.
  • Penggunaan pengaman (kondom) ditengarai tidak menjamin terjadinya penularan. Namun demikian tetap dianjurkan menggunakan pengaman (kondom) jika memiliki pasangan dengan riwayat condyloma acuminata.
  • Dianjurkan untuk tidak berhubungan intim selama masa pengobatan hingga pengobatan selesai dan benar-benar dinyatakan aman oleh dokter yang merawat.

Condyloma Acuminata atau dalam bahasa awam dikenal dengan nama Kutil di daerah sekitar kelamin dan atau biasa disebut juga Jengger Ayam semakin mudah ditemui dalam kehidupan sehari - hari. 
Condyloma Acuminata ini biasa dikaitkan dengan STD / PMS (Sexual Transmited Diseases / Penyakit Menular Seksual) disebabkan oleh virus DNA golongan Papovavirus, yaitu: Human Papilloma Virus (HPV). 
Penampakannya memang agak mirip dengan kutil biasa, tetapi penyebabnya human papilloma virus dari tipe yang berbeda. Jadi, kutil di tangan atau di wajah tidak akan menular menjadi kutil kelamin, demikian pula sebaliknya.
Tanda kutil baru adalah warnanya masih agak kemerahan. Sedangkan kutil kelamin yang sudah kronis, tampak keabuan sampai kehitaman atau sewarna dengan kulit sekitarnya. Biasanya penyakit tersebut sudah lebih dari 1 bulan.
Lokasi yang menjadi tempat favorit timbulnya kutil ini adalah di daerah lipatan - lipatan yang lembab di sekitargenitalia (kemaluan).
Pada pria, misalnya di: perineum dan sekitar anus, sulcus coronarius ("leher topi baja"), gland penis,( "topi baja"),  muara uretra eksterna, preputium ("kulup") , corpus ("batang") dan pangkal penis
Pada wanita, misalnya di: vulva dan sekitarnya, introitus vagina, labia mayor, labia minor, terkadang pada porsio uteri. Penyakit ini boleh dibilang agak "bandel" untuk disembuhkan. Kerap kali setelah diobati dan kutil tersebut rontok, akan timbul lagi. Ini adalah tipikal dari penyakit yang disebabkan oleh virus, sebab virus hanya dapat dilumpuhkan dan tidak dapat dimatikan. Sewaktu benteng pertahanan tubuh kita lemah, maka penyakit tersebut akan kambuh kembali.

Pengobatan yang biasa dilakukan terhadap penyakit "jengger ayam" ini berupa :
  1. Tutul (olesi sedikit) dengan tinctura podofilin 20-25% (harus extra waspada apabila diberikan pada wanita hamil, karena kadang dapat menyebabkan kematian janin apabila obat tersebut sampai masuk kedalam).
  2. Pada wanita hamil, tutul dengan asam triklorasetat (TCA) 80-90%. Atau digunakan larutan dengan konsentrasi 50%, dioleskan setiap minggu.
  3. Salep 5-fluorurasil 1-5% diberikan setiap hari sampai lesi hilang.
  4. Bedah  : listrik (elektrokauterisasi), beku (cryo surgery) atau konvensional
  5. Interferon alfa (suntikan i.m. atau intralesi) atau topikal (krim) diberikan dengan dosis 4-6 mU i.m. 3 x seminggu selama 6 minggu atau
  6. Interferon beta (suntikan i.m. atau intralesi)  diberikan dengan dosis 2×10 g unit i.m.selama 10 hari berturut-turut.
Apabila penyakit ini masih baru, pengobatan dengan podofilin 20% - 25% masih cukup efektif untuk merontokan si jengger ayam. Saat ini untuk mencari obat podofilin sudah jarang ditemukan, sebagai gantinya, sambil berbagi pengalaman, saya menggunakan "Albothyl" sol. Cara ini masih cukup efektif untuk condy yang masih baru dan kecil. Cuma sewaktu diolesin harus sambil ditekan cukup lama agar "Albothyl" tersebut dapat masuk kedalam lesi serta memerlukan waktu yang cukup lama.
Sedangkan apabila condy sudah kronis, pengobatan dengan cara tersebut sudah tidak efektif lagi, sehingga therapi bedah merupakan pilihan utama untuk kondisi seperti ini.
Setelah dilakukan pembedahan atau ditincture, pemberian antivirus oral mungkin bisa dipertimbangkan.

Jangan menunda pengobatan kutil kelamin ini terlalu lama. Penincturan / pembedahan tidak berarti membunuh semua virus, tetapi hanya menghilangkan benjolan kutil tersebut saja. Dan setiap therapi, pasangannya juga harus ikut ditherapi apabila sama - sama menderita penyakit ini juga. Ping-Pong phenomena akan terjadi apabila hal ini tidak dilakukan.


Kondiloma akuminata merupakan proliferasi epitelial jinak yang disebabkan oleh human papillomauirus (HPV), khususnya tipe 6 dan 11.
- Kondiloma akuminata dapat mengenai permukaan mukokutaneus genitalia laki-laki maupun perempuan; hubungan seksual merupakan cara penularan yang paling sering terjadi. Infeksi ini paling sering timbul setelah usia pubertas; keberadaan kondiloma akuminata pada anak-anak prapubertas harus membangkitkan kecurigaan terhadap kemungkinan pelecehan seksual.

- Morfologi makroskopiknya berupa tonjolan papilaris yang bersifat sesilis (padat tanpa tangkai) atau pedunkulasi (bertangkai) dan sering mengenai daerah.sulkus koronaria atau permukaan prepusium sebelah dalam.
- Karakteristik histologiknya meliputi papillae stroma yang bercabang-cabang serta ditutupi oleh epitel skuamosa berlapis yang mengalariii hiperplasia dan sering disertai dengan hiperkeratosis yang menonjol. Sering dijumpai vakuolasi sel epitel superfisial (koilositosis) . Maturasi sel epitel terjadi secara teratur sehingga berbeda dengan CIS.
- Lesi bersifat jinak; lesi tersebut dapat timbul kembali karena terjadinya infeksi HPV yang persisten.
Pustaka
BS Dasar Patologis penyakit ed 7 Oleh Mitchell, Kumar, Abbas & Fausto


Tidak ada komentar:

Posting Komentar