Written on January 18, 2009 – 12:25 am | by heidif PACARAN HALAL
Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok
(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)
Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok.
Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya
tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa
sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan
gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan
pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah
(red:cowok).
Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami
untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita).
Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan,
malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita
incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan
mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan
cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang
artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo
masih).
Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar
hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana
dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami
sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut
sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja
masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).
Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan
UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang
sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang
cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan
atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar
zina, dari yang kecil sampai yang besar.
Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih
bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka
paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan
dengan cara apapun.
Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan
pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu
jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks
(PMS), terawat dan terdidik.
Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan.
Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan
keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa
pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan
untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti
kami.
Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab
memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya,
bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan
sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi
bisa jadi referensi tambahan.
Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih
berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya
dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus
mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan
sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!
Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang
lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi
kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak
keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap
target tersebut, bisa jadi keteguhan
target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki
merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami
mereka nantinya.
Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini
berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk”
yang banyak tersedia di sekitar kami.
Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”.
Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami
manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan
bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho
sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang
lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling
sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura
lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti
tentang trik
yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat
kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat
target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat
tulus palsu kami.
Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan,
maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka
ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua
target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata
serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.
Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang
tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah
proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh
remaja normal”.
Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma
ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk
memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi
seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak
perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi,
kondisi dan domisili.
Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya
karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka
skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat
mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan,
kekurangan inilah yang harus diangkat ke
permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya
hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang
tua masing-masing pihak.
Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario
pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska
putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami
tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap
target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya,
bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya
ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam
setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang,
diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana
tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target
merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma
yang harus kami ciptakan di
dalam kepala target. Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam
pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas
dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah
dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang
menunggu giliran untuk kami habisi.
“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti
ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario
peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan
super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma
masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati
target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang
pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.
“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin
begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP
(Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk
mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami
ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda
dengan cowok pada umumnya.
Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik
tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari
sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…Maka Anda target kami
berikutnya !
Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar
serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak,
saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan
Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin
menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu
jadi pacarku?”.
Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk
jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan
lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …
Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya
tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa
berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah
mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau
pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!
Wallahua’lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at 02.22 am
Artikel ekstrem ini asli tulisan teman Iriyan.
from:http://heidif.blog.friendster.com/2009/01/pacaran-halalsebagai-proses-penjajakan-percayalah-kepada-cowok/#comment-19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar